Ujian Single Parent
“Aku kangen ayah.”
“Iya sayang, ayah lagi di luar kota?” tanyaku sebagai konselor.
Aku sedang mendengarkan keluhan seorang anak laki-laki berusia 8 tahun.
Ia menggeleng. Aku menatapnya lembut. Ia pun menatapku sendu.
“Ayah kan udah ngga ada di rumah. Udah punya keluarga lagi.”
Subhanallah.
“Kaka ada jadual ke rumah ayah kan?” tanyaku padanya.
“Ada tapi sepekan sekali.”
“Kalau Kaka kangen ayah, bolehkah minta dijemput sama ayah hari ini?” kataku lagi.
Ia menunduk. Ia bercerita perasaannya. Kehilangan dan sedih. Saya mencoba menguatkannya bahwa ayah kaka adalah tetap ayahnya.
Subhanallah. Lahaulawalla Quwwatailla Billah. Setelah meminta izin pada anak tersebut, saya mengusap dadanya dan mengucapkan dzikir.
Terbayang para ibu yang single parent. Maha Suci Allah. Perannya selain menjadi ibu, juga menjadi ayah. Figur kelembutan juga figur kedisiplinan. Memberi kenyamanan dan juga figur aturan. Peran ganda yang sangat sulit dijalankan.
Alangkah sangat baik meski telah berpisah, komunikasi ayah atau ibu dan anak senantiasa berjalan lancar. Komunikasikan juga perihal perkembangan anak diantara ayah dan ibu. Tentang sekolahnya, tentang temannya, tentang hobinya, tentang keluhannya, dan lain-lain. Memang bukan lagi suami dan istri. Namun, ayah dan ibu adalah tetap menjadi ayah dan ibu buat anak. Oleh karenanya, tak ada mantan ibu atau mantan ayah atau mantan anak, yang ada mantan suami atau mantan istri.
Apabila belum ada kesempatan untuk bekerjasama antara ayah dan ibu, peran ayah bisa dikuatkan oleh figur saudara laki-laki, seperti kakek, paman, uwa laki-laki. Peran ibu, bisa dikuatkan oleh figur saudara perempuan yakni nenek, uwa perempuan, bibi.
Misalnya, anak tinggal bersama ibu sedangkan ayah belum memiliki kesempatan untuk bertemu dan mendidik anak, maka kakek, paman, uwa laki-laki diharapkan dapat memberikan peran sebagai ayah. Apa tugasnya? Ngobrol, berkegiatan bersama terutama kegiatan outdoor, memberi nasehat, humor, berkreatifitas, melatih problem solving.
Bagaimana kalau tidak ada saudara yang dekat rumah? Seringlah
berkunjung atau menelponnya.
Tidak punya saudara
karena anak tunggal? Peran ibu menjadi ganda, sebagai ibu dan sebagai ayah. Subhanallah, luar biasa. Ibu bisa
meminta bantuan pada khadimat untuk mengurus rumah agar bisa ada waktu untuk istirahat dan me
time. Selain itu, seringlah bertukar pikiran dengan orang yang bisa dipercaya dan memiliki ilmu agama, pendidikan atau psikologi.
Jika Allah menghendaki dan
hati telah terbuka, siapkanlah diri untuk menerima
calon pendamping yang akan hadir. Laa Tahzan, Innallaha ma'ana. Janganlan bersedih, Allah sangat dekat dengan kita.
Comments
Post a Comment