Bagaimana agar Anak Giat Belajar

Siapa yang tidak ingin anaknya rajin belajar tanpa harus diminta. Giat membaca buku dan juga menyelesaikan tugas dan PR. Wah, sepertinya dambaan semua orangtua.

Kemandirian belajar berawal dari kesukaan anak untuk mencari tahu tentang apa saja yang ada di benak anak dan sekitarnya. Kita ingat bukan saat anak usia mulai 3 tahun, ia banyak sekali bertanya. Pertanyaan yang sederhana sampai pertanyaan yang sulit kita jawab. Misalnya, mengapa warna langit biru sama kayak laut? Mengapa kulit itu ada yang warna hitam juga ada yang putih. Mengapa aku ngga boleh main handphone, temenku boleh? Mengapa harus mencuci tangan? Mengapa kalau malam aku harus tidur? Mengapa pesawat bisa terbang? Mengapa daun bisa jatuh? Dan lain sebagainya.

Rasa ingin tahu anak harus dipupuk dan kita beri jawaban yang ilmiah, maksudnya berdasarkan sumber dari buku. Perlihatkan juga ketertarikan kita terhadap pertanyaan anak. Apabila belum terjwab, bisa mencari tahu di hari berikutnya. Usahakan semua pertanyaan anak terjawab. Apabila kita tidak menunjukkan respon positif dari rasa ingin tahu anak, bagaimana ia akan suka terhadap ilmu?

Bacakanlah buku sesering mungkin dengan penuh ekspresif dan menyenangkan. Tunjukkan ketertarikan kita pada buku dan isinya. Berilah pertanyaan pertanyaan seputar cerita yang telah kita bacakan untuk menguatkan daya ingatnya dan juga pertanyaan pancingan untuk melatih daya nalarnya.

Apabila anak sudah menyukai buku, in syaa Allah, ia akan sendirinya rajin membaca. Namun terkadang, ada anak yang rajin membaca buku populer atau tentang pengetahuan umum, akan tetapi enggan membaca buku pelajaran. Nah, bagaimana ya? Artinya mata pelajaran kurang menarik buat dia. Cobalah untuk belajar bersama anak. Tentu saja dengan cara yang membuat anak nyaman dan menyenangkan. Tunjukkan ketertarikan kita tentang isi pelajaran tersebut. Bertanya jawab, berdiskusi dan latihan soal. Semoga memacu anak untuk tertarik dengan buku mata pelajaran.  

Berilah motivasi pada anak, mengenai keutamaan ilmu. Penyampaian prinsip-prinsip kehidupan, akan lebih efektif bila dilakukan oleh ayah. Anak akan lebih mudah menyerap dan menyimpan di memorinya yang kelak akan terbawa sampai dewasa.

Saya teringat nasehat bapak saya sejak saya kecil. Bapak menyampaikan bahwa, ilmu itu lebih utama daripada harta. Perempuan juga harus pintar dan sekolah yang tinggi. Beliau sering sekali membelikan majalah dan buku, juga sering bertanya tentang apa yang sudah saya baca, menarik atau tidak. Jadilah saya bercerita tentang isi bacaan itu. Dengan izin Allah, nasehat beliau menjadikan saya terus ingin baca buku, belajar dan berprestasi meski saya sudah seusia sekarang. J

Pembiasaan anak dalam mengurus dirinya sendiri juga penting dalam membangun kemandirian belajar. Seperti makan, minum, mandi, menyisir rambut tanpa diminta. Mampu memakai baju, celana dan sepatu sendiri, juga dapat membereskan buku pelajaran yang akan dibutuhkan untuk keesokan hari.  

Berdoa. Segala sesuatunya kita hanya bisa bersandar kepada Allah, meminta dan berharap kepada-Nya.

Semoga anak-anak kita termasuk bagian dari orang-orang alim yang Allah ridhoi. Aamiin Ya Allah, Ya Mujiibasailin.

Comments

Popular posts from this blog

Kejang Kompulsif

Ujian Single Parent

Sendiri