Evaluasi Diri sebagai Orangtua
“Sesungguhnya di antara bayan itu sungguh-sungguh merupakan sihir. “ (HR. Bukhari & Muslim)
Bermula dari membaca sabda Rasulullah Muhammad Saw itu, pemikiranku langsung tertumpu pada anak-anak. Betapa banyak bayan atau penjelasan di sekitar anak yang sangat menarik untuk mereka. Bahkan mungkin, anak-anak akan kehilangan, menangis bahkan tantrum jika tidak sehari saja mereka tidak melihat dan mendengar bayan yang mereka sukai. Semua ada di gadget. Tentang idola mereka, tentang game mereka, tentang trend, maupun life style.
Pertanyaan yang mencekam buatku adalah
“Bayan apa saja yang telah kau berikan pada anak? Berapa banyak? Seberapa menarik? Seberapa intens?”
“Apakah kamu memikirkan bagaimana caranya agar anakmu tertarik dengan bayan yang ingin kau sampaikan?”
“Apa yang menyebabkan anakmu lebih tertarik dengan gadget daripada dengan ceritamu?”
“Kemana saja selama ini?”
Saat pekerjaan lebih menyita waktu. Saat anak harus lebih mengerti kesibukan orangtuanya. Saat mitra kerja mendapat pelayanan yang jauh lebih baik daripada anak. Saat orangtua lebih memilih gadget di waktu luang dan lapang. Saat memikirkan berbagai cara agar menarik konsumen dan membantu orang lain. Saat pekerjaan harus memiliki visi misi yang besar.
Bukankah anak lebih memiliki hak untuk mendapat penjelasan visi misi besar kehidupan sebagai hamba-Nya. Mereka pun memiliki hak melebihi mitra kerja atau klien ataupun konsumen. Anak berhak mendapatkan kerja profesionalitas sebagai orangtua. Mereka sangat berhak mendapat senyum paling manis, komunikasi paling positif, tutur kata yang menyejukkan, pemakluman, memaafkan, dan menjalin kerjasama. Anak-anak mempunyai hak yang lebih banyak untuk mendapat strategi dari kita agar mereka tertarik dengan Tauhid, dengan Islam, Alqur’an dan Sunnah juga mengidolakan Rasulullah saw, para Nabi, sahabat, thabi’in dan para ulama.
Ya Allah… Laa ilaaha illaa anta, Subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (Ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat zalim (aniaya).
Comments
Post a Comment