Kenapa Anak Saya Belum Bisa Baca Juga?

Kenapa ya anak saya sulit hafal huruf?

Sulit bedakan b dan d.

Anak saya mau SD tapi belum bisa baca.

Sulit baca padahal udah kelas 2 SD.

Kadang kita berpikir, membaca merupakan kemampuan yang mudah dipelajari sehingga suka gemes kalau anak belum juga bisa baca. Padahal, membaca itu proses yang kompleks, lho. Alat Indra penglihatan, pendengaran, pengucapan dan otak bekerja bersama-sama. Membaca memerlukan fokus, pengamatan visual (mengamati bentuk dengan jeli), daya ingat, aspek bahasa dan motorik bicara. Masyaa Allah ..banyak ya...😊

Oleh karena itu jika di usia SD masih kesulitan baca, bisa jadi ia punya kesulitan pada salah satu atau beberapa aspek tadi. Juga, sebelum anak belajar baca, latih terlebih dahulu kesiapan bacanya.

So, yuk, kembangin aspek-aspek ini:

1. Pengamatan visual

Latih kemampuan penglihatan anak untuk membedakan bentuk. 

Dimulai dari membedakan bentuk gambar, lalu membedakan bentuk geometri kemudian baru membedakan bentuk huruf.

 Ini baru membedakan bentuk ya ...instruksinya, “ Mana huruf yang sama, nak?”

 

2. Persepsi auditori

Latih ketajaman pendengaran anak dengan cara membedakan suara. Dimulai dari membedakan suara ibu, ayah dan saudara-saudaranya.

Berikutnya membedakan suara-suara binatang, suara alam seperti hujan, air terjun, suara sirine ambulan atau mobil polisi, suara yang jauh dan suara yang dekat.

Ini penting agar anak dapat membedakan huruf yg suaranya mirip. Seperti b dan d.

 

3. Pelafalan kata

Pelafalan kata ini sangat penting manfaatnya dalam kemampuan baca. Artikulasi yg tepat akan dengan mudah ditangkap oleh bagian otak motorik bahasa (broca) sehingga otak akan mudah menyimpan memori kata dan memahami kata tersebut.

Menurut penelitian, speech delay merupakan salah satu penyebab kesulitan membaca.

 

4. Perbendaharaan kata

Kosakata akan sangat memudahkan anak dalam membaca. Jumlah kata yang ia simpan di memorinya akan mendukung anak cepat mengenal kata.

 

5. Membedakan kanan dan kiri

Point ini akan memudahkan anak dalam membedakan bentuk huruf yg mirip seperti b dan d, p dan q dan juga g dan j.

Latih

 anak membedakan kanan dan kiri dengan permainan lompat ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang atau langkahkan kaki ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang.

Untuk mengetahui kemampuan ini:

Caranya:

Cek kemampuan membedakan kanan dan kiri dengan instruksi lompat ke kanan dan lompat ke kiri.

Nah, untuk menguatkan fokus, kuatkan dulu keseimbangan tubuh anak melalui aktifitas  jalan, lari, bersepeda, berenang, berjalan seimbang di garis lurus, engklek, berdiri satu kaki, dan lompat.

Memanah bisa banget lho untuk menguatkan fokusnya.


Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Kejang Kompulsif

Ujian Single Parent

Sendiri