Kenapa ya, Tulisan Anak Kurang Terbaca?
Kenapa ya...tulisan anakku kurang terbaca.
Nulis baru sebentar, udah ngeluh capek, pegel, males, dan lain lain.
Tulisannya ga ada spasinya.
Yuk, kita amati. Indra apa saja yang diperlukan saat menulis?Jemari tangan bekerjasama dengan penglihatan, memerlukan kekuatan punggung dan lengan. Ia pun butuh fokus dan konsentrasii bukan? Apalagi kalau dikte, nambah indra pendengaran. Masyaa Allah, banyak juga ya....
Jadi, kalau ada anak yang memiliki keluhan seperti di atas, artinya ada indra-indra yang perlu kita kembangkan lagi agar kemampuan menulisnya semakin baik.
Aspek yang utama dalam menulis adalah kekuatan motorik. Baik motorik kasar maupun motorik halus atau kekuatan dan keseimbangan badan dan kekuatan serta keluwesan jemari tangan.
Keseimbangan dan kekuatan motorik kasar yakni punggung dan lengan dapat distimulasi dengan aktifitas memanah, berenang, berkuda. Masyaa Allah...nyunnah banget. Ketiga kegiatan itu akan membuat punggung menjadi kuat dan tegap. In syaa Allah, ketiga kegiatan itu memulihkan semua masalah motorik kasar. Salah satunya keseimbangan. Keseimbangan badan ini penting sekali fungsinya, yakni agar anak bisa fokus dan konsentrasi.
Kegiatan lainnya yang bisa dilakukan adalah berjalan di garis lurus atau papan titian dengan seimbang, baris berbaris, senam dengan gerakan gerakan sederhana, jalan dan lari.
Membiasakan duduk tegap saat menulis, membantunya agar punggungnya tegap dan fokus. Namun, yang paling penting stimulasi motorik kasarnya terlebih dahulu. Apabila tidak, anak tidak bertahan lama saat menulis.
Koordinasi visual motorik atau kerjasama penglihatan dan gerakan badan. Kegiatan diatas sudah termasuk aspek ini, bisa lebih spesifik kegiatannya yakni kegiatan bersepeda, badminton, memantulkan bola, memantulkan balon, memasukkan bola ke keranjang dan lempar tangkap bola. Kegiatan-kegiatan tadi, juga bisa untuk menguatkan lengan.
Spasi dalam menulis merupakan kesadaran akan jarak. Apabila anak memiliki pengalaman yang banyak dalam melatih motoriknya, seperti menendang bola, badminton, melempar dan menangkap bola, in syaa Allah saat menulis anak akan 'aware' dengan spasi.
Latihlah anak untuk berpakaian, bersepatu, menyisir rambutnya, makan dan minum sendiri. Selain untuk melatih kemandirian dan menumbuhkan percaya diri, kegiatan tersebut juga akan menguatkan motoriknya.
Aspek yang terakhir kekuatan jemari tangan. Kegiatan yang bisa dilakukan adalah bermain playdough, tanah liat, menjumput, melipat, menggunting, meronce, menjahit (kalau anak TK dan SD kelas bawah menjahitnya pada gambar yang sudah dilubangi dan pakai benang wol) dan aktifitas yang melibatkan jemari tangan.
Jangan lupa, membiasakan memegang alat tulis dengan tepat, yakni tripoid (menggunakan ibu jari, jari telunjuk, jari tengah). Apalagi masih kesulitan, bisa pakai pensil segitiga yang ada lekukannya untuk tempat jari menjadi lebih nyaman.
Demikian bincang kita tentang menulis. Semoga kita bisa menangkap pesan dari keluhan anak serta bisa menstimulasinya dengan optimal.
Comments
Post a Comment