Lepaskanlah Bebanmu Di Masa Lalu
Kenangan pahit, peristiwa menyakitkan, harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan, hati yang patah, juga perasaan yang tercabik. Apakah akan terus tersimpan dengan segala nyeri? Sampai kapan? Peristiwa itu telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Orang yang menyakitimu pun mungkin sudah lupa. Atau tak sengaja. Atau begitulah karakternya berinteraksi dengan sesama manusia. Aku paham bahwa sangat berat dirimu menerimanya. Menerima kenyataan dan orangnya. Begitu tega ia melakukan kejahatan padamu. Betapa sakitnya dirimu. Namun, aku tahu siapa dirimu. Wahai diri, betapa lembut dan baiknya dirimu. Fitrah yang Allah berikan pada setiap insan. Aku yakin, sampai kini dan nanti kau adalah orang baik. Tambahkanlah kebaikanmu dengan mengobati luka-luka masa lalu. Sejatinya, memaafkan itu ada pada diri sendiri karena telah menyimpan rasa amarah. Memaafkan diri sendiri yang telah bersahabat dengan rutukan dan kebencian. Sayangilah dirimu dengan memaafkan diri sendiri.
Alirkanlah dan lepaskanlah perasaan-perasaan yang bergejolak. Benci, amarah, kesal, dendam. Kau boleh mengingat semua peristiwa getir. Menangislah. Sebutlah Allah. Maha Suci Allah yang mengizinkan semua peristiwa terjadi begitu juga orang-orang yang menerpamu.
Setelah itu, kau boleh mengambil keputusan untuk memaafkan diri. Pahamilah bahwa kita telah melakukan kerugian yang besar pada diri sendiri yakni menyakiti diri sendiri. Bukankah oranglain lain yang menyakitiku? Namun, kau boleh memilih untuk tidak sakit bukan? Kendalikanlah diri bahwa apapun yang orang lakukan padamu tidak berefek pada hatimu yang lembut itu. Ketahuilah bahwa orang-orang yang menyakitimu itu, ia tidak tahu tentang dirimu. Ia punya persepsi lain tentangmu. Tidak apa bukan? Setiap orang punya persepsi dan kita pun sama. Dengan demikian, kita sangat punya hak untuk memilih persepsi positif dalam melihat kejadian.
“Ya Allah, Sesungguhnya, kepada-Mulah aku mengadu kelemahan diriku, sedikitnya upayaku serta hina-dinanya diriku di hadapan manusia. Wahai Yang Paling Pengasih di antara para pengasih! Engkau adalah Rabb orang-orang lemah, Engkaulah Rabbku, kepada siapa lagi Engkau menyerahkan diriku? Apakah kepada orang yang jauh tetapi bermuka masam kepadaku? Atau kepada musuh yang telah menguasai urusanku? Jika Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak ambil peduli. Akan tetapi, kekuatan yang Engkau anugerahkan adalah lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan perantaraan Nur wajah-Mu yang menyinari segenap kegelapaan dan yang karenanya urusan dunia dan akhirat menjadi baik agar Engkau tidak turunkan murka-Mu kepadaku atau kebencian-Mu melanda diriku Engkaulah yang berhak menegurku hingga Engkau menjadi ridha. Tidak daya serta upaya melainkan karena-Mu.”
“Aku berharap kelak Allah memunculkan dari tulang rusuk mereka orang-orang yang menyembah Allah Azza Wa jalla semata, yang tidak boleh disekutukan dengan sesuatu pun.”
Doa Rasulullah mulia, Muhammad SAW saat menghadapi penduduk Thaif. Allahumma shali ‘alla Muhamad wa ‘ala ‘ali Muhammad.
Cileunyi, 30 Ramadhan 1441 H. Pagi hari, pukul 07.18.
Comments
Post a Comment