Menyesuaikan Diri dengan Pasangan
Saat kita sedang berkonflik dengan pasangan, berbeda pendapat, saling bersikukuh, dikuasai rasa amarah maka, segeralah kendalikan diri. Diam sejenak.
Tarik nafas panjang dan pahami siapa diri dan siapa dia.
Bila kita anak pertama, biasa didengar dan dituruti, mendapat kepercayaan dari orangtua dan terbiasa mandiri. Lalu, dia adalah anak bungsu yang selalu diperhatikan, selalu dibantu, selalu dikhawatirkan oleh seluruh keluarganya.
Jika kita terbiasa menyampaikan pendapat dengan lugas. apa adanya dan ingin masalah selesai hari itu juga sedangkan dia lebih hati-hati dan banyak pertimbangan.Kita tidak terganggu dengan keributan, mungkin dia sangat tidak nyaman dengan keributan.Kita yang risih dengan ketidakteratuan dan dia terbiasa dengan fleksibilitas. Perbedaan sifat dan karakter akan membuat perilaku tidak sama, termasuk dalam menyelesaikan masalah.
Dalam proses penyesuaian pernikahan, penting sekali menemukan rasa
nyaman dan merasa klik ataupun ada chemistry dengan pasangan. Bagaimana caranya? Pertama, temukanlah persamaan kita dengan pasangan. Apa yang
membuat kita memilihnya? Apa yang membuat kita suka padanya? Apa yang membuat kita merasa cenderung kepadanya? Apakah karena ganteng, cantik, punya hobi
yang sama, keyakinan yang sama bahwa pasangan kita adalah
jodoh terbaik? In syaa Allah, penyesuaian pernikahan yang paling kokoh adalah tujuan yang sama bahwa menikah untuk beribadah kepada-Nya, saling mencintai dan menyayangi di dunia sampai ke akhirat kelak.
Kedua kendalikan pikiran dan perasaan. Berpikir positif pada diri sendiri serta pasangan dan mengembalikan semua rasa pada Allah SWT. Ceritakan rasa bahagia, kecewa, sedih dan marah pada Sang Maha Pencipta, meminta kepada Allah, yakinlah semua jiwa ada dalam genggaman-Nya.
Ketiga, belajar untuk menyesuaikan diri dengan cara mengikuti kebiasaan-kebiasaan
positif yang dilakukan oleh pasangan. Tidak sedikit pertengkaran rumah tangga
dikarenakan oleh perbedaan menyimpan sandal, membuang sampah, ataupun memencet
pasta gigi. Oleh karena itu, penting untuk Bersama dalam membangun kebiasaan
positif. Latihan untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang negatif, terlebih
jika membuat pasangan terganggu. Saling mengingatkan dengan cara yang baik dan
mengikuti kebiasaan baik. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sepanjang hari
akan mempengaruhi karakter. Karakter-karakter akan membentuk kepribadian. Jika
Allah mengizinkan, pernikahan merupakan fase yang panjang dalam kehidupan.
Maka, perjalanan rumah tangga akan membentuk kepribadian masing-masing, baik suami maupun istri. Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan
bahwa kepribadian akan mengantarkan manusia pada surga atau neraka. Semoga
dengan rahmat Allah, kita dapat memasuki surga-Nya tanpa azab dan hisab. Aamiin Ya Allah, Ya Rabbal Allamiin.
Nice penyesuaian dengan pasangan
ReplyDeleteMasya Allah, noted banget ini teh, kadangkala muncul rasa egois, pengen diri lebih diperhatikan, pengen lebih didengar pengen keinginannya lebih dipenuhi tapi lupa untuk memahami, bahwa pasangan kitapun pengen juga lebih diperhatikan, ingin dipahami. Berumah tangga itu memang proses belajar seumur hidup. Kalau mau jodohnya panjang (selain maut tentu saja) harus siap untuk saling mengerti.
ReplyDeleteMakasih pelajarannya teteh π
Ilmu yg selalu di butuhkan oleh setiap pasangan,sangat bermanfaatπ
ReplyDeleteTerima kasih atas ilmuyaπ
Ma syaa Alloh
ReplyDeleteMaturnuwun mbak ning....
Jadi malu ini
Sering ngomel ngomel takberaturan
Ditunggu postingan selanjutnya ya mbakku sayang...
ππππππ
Betul sekali apa yg Mb Ning sampaikan, hrs selalu mencari sisi positif dr pasangan kita
ReplyDeleteJazaakumullah sahabat semua udah nyempetin waktu buat baca...semoga bermanfaat...Aamiin
ReplyDeleteKomunikasi positif menjadi salah satu kunci penyesuaian pernikahan. In syaa Allah, tunggu tulisan saya selanjutnya...
ReplyDeleteKomunikasi positif menjadi salah satu kunci penyesuaian pernikahan. In syaa Allah, tunggu tulisan saya selanjutnya...
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMa syaa Allah. Alhamdulillah ilmu lagi, walaupun belum menikah tapi jadi belajar bagaimana cara memahami pasangan kelak. Matur nuwun ibuku untuk sharing ilmunya ^^
ReplyDeleteKeren teh ... Ilmu yg sangat bermanfaat!
ReplyDeleteMasya Alloh. Tabarokalloh bu. Di tunggu postingan2 lain yg menginspirasi. π€π
ReplyDeleteMasya Allah... jazaakillah ya ilmunya...sangat bermanfaat..berusaha menahan egois...untuk memelihara tujuan berumah tangga.
ReplyDelete