Meredakan Kecemasan Anak
Mengapa akhir-akhir ini cukup banyak mendapat cerita dari anak-anak yang memiliki kecemasan. Tangannya tremor. Susah tidur, tidak ingin bertemu teman dan ingin selalu di kamar. Tidak berselera untuk makan. Pikiran gelisah enggan untuk mengerjakan apapun.
Ada apa, nak…
Apakah sudah tak ada rasa aman bagimu sehingga semua sistem tubuh bekerja menyalakan seluruh alarm. Tanda bahaya mengancam.
Anak anakku….
Saat kau merasa sendirian. Tak ada yang memahamimu. Tak ada yang bisa menolongmu. Bahkan dirimu pun tak mengerti ada apa denganmu sendiri.
Segera ingatlah Allah. Memuja-Nya dengan segala puji. Menyembah-Nya dengan segenap taat. Harapan dan doa senantiasa tercurah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya. Betapa cinta-Nya melebihi dari segalanya. Lebih dari langit dan bumi. Lebih dari semua ciptaan-Nya.
Allah. Yang selalu ingin hamba-Nya kembali kepada-Nya. Berjalan lurus pada-Nya. Berpegang erat pada tali-Nya.
Lewat nasehat seseorang…
Lewat sedikit ilmu yang Allah titipkan…
Lewat kejadian yang menghadang…
Lewat cerita orang…
Lewat teguran…
Lewat ujian…
Dengannya manusia mendekat dan semakin dekat. Sadar akan kebutuhan sifat seorang hamba. Sosok yang lemah dan penuh keluh kesah. Yang membutuhkan pertolongan dan kebergantungan. Hanya kepada Allah. Ya betapa Allahusshamad.
Allah selalu ada. Allah selalu mengurus semua makhluk. Allah selalu menolong. Allah tak pernah tidur. Semua kejadian tak pernah luput dari-Nya. Atas izin-Nya semua terjadi.
Ya Rahmaan…Genggam hati kami untuk selalu berada dalam petunjuk-Mu.
Comments
Post a Comment