Tetap Bahagia Saat Pandemi

Apa respon orangtua saat anak masih harus belajar dari rumah saat Pandemi ini? Adaptasi yang luar biasa ya, meski sudah tiga bulan mengawali, masih diperpanjang sampai Desember, in syaa Allah.

Teringat kalam Allah SWT bahwa, “ (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah, sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”(QS. Ali Imran: 191).

Masyaa Allah, betapa Pandemi ini menjadi sarana untuk terus belajar. Belajar apa saja? 

Belajar banyak bersyukur. Bersyukur dengan menyebut Segala Puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberikan banyak sekali nikmat. Nikmat iman, Islam, sehat, kebaikan saudara dan sahabat, internet, kuota, banyak kemudahan, udara bersih, panas matahari, hujan, dan banyak sekali.  Lalu, saya berpikir, dengan izin Allah, Allah akan memberikan banyak sekali hikmah pandemi dan saya ingin mendapat hikmah itu.

Aktifitas belajar di rumah menjadi hal yang luar biasa. Lebih intens diskusi dengan anak, apa yang disampaikan pada anak (nasehat-nasehat dalam QS. Lukman), mengenal lebih dalam karakter anak, mengetahui sejauh mana kemampuannya, apa hobinya, minatnya dan mencoba untuk mengarahkannya.  

Belajar mengatur waktu, memilah kegiatan mana yang perlu didahulukan dan mana yang bisa ditunda. Belajar membuat strategi saat kegiatan tidak berjalan. Kuncinya komunikasi, komunikasi, dan komunikasi. Pastinya, berlatih mengelola emosi juga.

Penting juga menekuni hobi, punya me time, ngobrol dengan teman lama lewat media sosial, ikut webinar atau kegiatan yang disukai.

Proaktif beribadah dan berkarya di saat Pandemi. Wah itu lebih bermakna.

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Kejang Kompulsif

Ujian Single Parent

Sendiri